Artikel Hangat

Setelah Berlalu Ramadan

Jangan mengucap selamat tinggal pada Ramadan.
Tapi, hiduplah dengannya, selamanya.

Ia bukan momen sekali singgah; sebulan berlalu kemudian hilang. Ia adalah kehidupan, gaya hidup, dan pemantik untuk segala perubahan.

Kalau ingin bahagia dengan rasa qona’ah, hidupkan Ramadan.

Kalau ingin tenang dengan tawakkal, hidupkan Ramadan.

Kalau ingin aman dengan ketaqwaan, waspada dengan khauf, dan bermimpi dengan rojaa’, bersemilah bersama Ramadan; Bersama Ruuh Ramadan, bukan hari-harinya.

Jangan biarkan ia berpisah. Berikan ia tempat terbaik untuk tetap hidup di setiap hati kita; tetap mekar di hari-hari kita.

Sungguh, puasa tak akan pernah terhenti.
Masjid tak boleh kosong, Alquran tak patut ditinggalkan, qiyam lail tak harusnya dijauhi.

Semuanya harus tetap hidup, beriringan.

Ramadan adalah madrasah.

Sekolah terbaik untuk membentuk jiwa yang hanif. Jiwa yang taqiy, jiwa yang jatuhnya hanya untuk Rabb, tegaknya hanya karena Rabb.

Jiwa yang kerdil, membesarkan sang Maha Besar.

Jangan katakan selamat tinggal Ramadan, lalu kita kembali seperti kala kita berjumpa; kembali bergelimang dosa, bernajiskan syirik, berbalutkan kebodohan.

Halaaaa, telah tiba saatnya kita untuk menumbuhkan Ramadan di setiap hati.

Mungkin Ramadan boleh pergi dengan harinya, namun Ruuh Ramadan harus tetap hidup, terjaga untuk sepanjang tahun.

بِئْسَ القَومُ، مَنْ لَا يَعْرِفُ اللهَ إِلَّا فِي رَمَضَانَ

Buruk sekali satu kaum, yang tak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadan.

Maka, buruklah setiap jiwa yang hanya tahu taqwa di bulan Ramadan saja, sedangkan diluarnya? Biasa untuk berdosa, tenang berdusta, lupa akan Rabbnya, hidup bermimpi surga, namun kelakuan bak neraka. Na’udzubillah min tilkumun nufuus.

Kalau kita adalah pemenang, jangan berlagak seperti pecundang.

Kalau kita adalah hamba Allah, jangan hidup sebagai hamba Ramadan.

Ramadan, harinya akan habis. Siapa saja yang menyembah Allah hanya pada bulan Ramadan, sungguh ia akan beribadah pada satu yang akan mati.

Namun, siapa saja yang menyembah Allah, sungguh Allah adalah hayyun la yamuut, sang MahaHidup, tak akan pernah mati.

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ اليَقِينُ.
Jadilah Hamba Allah.

Sampai kapan??

Sampai Mati.
_____

Huzaifah Ali Akbar
Syawwal 1443.

Tentang Fadhil

LIPIA Jakarta

Check Also

Untuk penyeru kepada Tauhid

Untuk penyeru kepada Tauhid Bagian 2 dari nasihat Syaikh Shalih Sindi -hafidzahullah- Jadilah hakiim Dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Send this to a friend