Artikel Hangat
Beranda / Hadits Arba'in / Membantu sesama Muslim

Membantu sesama Muslim

SILSILAH ARBA’IN NAWAWIYYAH​​​​

 

HADITS KE – 36

Dari Abu Hurairah h dari Rasulullah ﷺ, bahwa beliau bersabda, “Barang siapa yang meringankan kesulitan dalam masalah dunia dari seorang mukmin, niscaya Allah akan meringankan kesulitannya di hari kiamat.

Barang siapa yang memudahkan orang yang sedang mengalami kesulitan, niscaya akan Allah mudahkan baginya urusannya di dunia dan akhirat.

Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat.

Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya menolong saudaranya.

Barang siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu (agama), maka akan Allah mudahkan baginya jalan ke surga.

Jika ada sekelompok orang berkumpul di salah satu rumah Allah (mesjid), mereka membaca kitab Allah (Al-Quran) serta mempelajari dan mengajarkannya, niscaya ketenangan akan turun kepada mereka dan rahmat dilimpahkan kepada mereka, dan para malaikat mengelilingi mereka, serta Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk disisi-Nya.

Barang siapa yang lambat amalnya, tidak akan bisa dipercepat oleh nasabnya.”

(Diriwayatkan oleh Muslim)

◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎

🌷 POIN-POIN PENTING

  1. Keutamaan membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan kaum muslimin dengan apa yang kita mampu, seperti dengan ilmu, harta, ataupun kedudukan, dll.
  2. Anjuran untuk memudahkan atau menolong orang yang kesusahan. Dan di antara bentuknya ialah dengan meringankan beban hutang orang lain.
  3. Anjuran untuk menutupi aib saudara seiman, dan ini mencakup 2 hal:
  • Aib yang ada pada seseorang dan ia tidak suka untuk diketahui dan dibicarakan; seperti bentuk tubuh, akhlak, atau selainnya. Ini wajib untuk kita tutupi.
  • Maksiat yang ia lakukan. Selama ia tidak terkenal dan terang-terangan dengan maksiat atau keburukannya tersebut dan masih berusaha bertobat. Adapun selain itu seperti ia terkenal dengan kebiasaan mengganggu tetangganya, maka wajib untuk dilaporkan ke pihak keamanan atau penguasa.
  1. Jika seseorang telah bertekad untuk menolong saudaranya, maka sudah seharusnya ia juga berani untuk meluruskan kesalahan-kesalahan saudaranya tersebut dengan cara yang baik.
  2. Anjuran untuk menuntut ilmu agama. Dan itulah ilmu yang paling diutamakan sejak zaman Rasulullah ﷺ dan para sahabat beliau.
  3. Keutamaan meramaikan atau memakmurkan masjid dengan membaca Al-Quran.
  4. Balasan atau imbalan yang didapat oleh setiap orang yang bergantung kepada amalannya, dan tidak bergantung kepada keturunan atau nasabnya.

Wallahu A’lam

※※※※※※※※※※※※※※※※※※

📚Sumber:

  • At-Tuhfah Ar-Robbaniyyah, karya Syeikh Ismail Al-Anshory.
  • Al-Hulal al-bahiyyah syarah al-arba’in an-nawawiyyah, Dr. Manshur Ash-Shaq’ub.

🗓 Jakarta, 22 Robi’ul Akhir 1439 H. Diedit kembali di Kendari, 22 Jumadal Uwla 1443 H.

👤 Iben Mukhlis al-Bugishy.

Tentang Fadhil

Fadhil
LIPIA Jakarta

Check Also

Binasa karena cinta

من أحب شيئاً وقدمه على طاعة الله، عُذب به “Yang mendahulukan kecintaannya pada sesuatu, sehingga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *