Artikel Hangat

Membesarkan Allah di hari-hari besar

لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ
“agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak” (QS. Al Hajj: 34)

Kau tahu, mengapa Takbir, Tahlil dan Tahmid dianjurkan di hari-hari ini?

Agar kita sadar bahwa setiap pengorbanan yang kita kerjakan adalah taufik dari Allah Sang Maha Besar, yang Maha Esa, lagi Maha berhak atas Segala Pujian.

Kiranya di hari-hari ini kita yang berhaji merasa sudah berjihad, ketahuilah itu tidak akan menjadi mudah tanpa campur tangan Allah.

Kita yang di hari besar ini mempersembahkan hewan kurban, mengeluarkan harta terbaik yang tersimpan, lalu merasa bahwa inilah bentuk perjuangan. Ketahuilah bahwa ia tak akan menjadi mulus tanpa kemudahan dari Allah.

Di sembilan hari lalu, kita yang berpuasa, memperbanyak tilawah, sedekah, serta amalan bajik lainnya, ketahuilah ia akan sulit tanpa nikmat dari Allah.

Maka besarkanlah Allah di hari-hari ini.

Pembesaran yang sejatinya tidak dibutuhkan Rabb kita, namun kita lah yang butuh untuk mengecil, merendah, serta menjatuhkan ego di hadapan Sang Maha Besar; Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Saudaraku.
Bergembiralah. Ini hari besar yang harus dibesarkan. Dua ajaran dari dua orang utusan Rabb, harusnya menjadikan euforia hari-hari ini lebih dibandingkan yang lalu.

Makan hasil sembilahanmu, Ria lah dengan syariat indah ini. Kemudian berbagilah.

Selamat bertakbir, selamat bertahlil, selamat bertahmid.

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.
Semoga seluruh darah yang mengucur, daging yang terbagi, menjadikan ketakwaan semakin bertambah. Hingga nanti, ketinggian takwa itu yang akan menjadi sebab penerimaan Allah atas semua amalan kita.

لَن يَنَالَ اللهَ لـُحُومُهَا وَلَا دِمَائُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّــقْوَى مِنكُمْ
“daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu” (QS. Al Hajj: 37)

Semoga Allah terima, semoga Allah terima.

Tentang Fadhil

LIPIA Jakarta

Check Also

Untuk penyeru kepada Tauhid

Bagian 1 dari nasihat Syaikh Shalih Sindi -hafidzahullah- Dakwah kepada Tauhid adalah sebuah amalan mulia, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Send this to a friend