Artikel Hangat
Beranda / Fikih / Tips

Tips

Agar ujub hilang

– عن الشافعي أنه قال: إذا خفت على عملك العجب، فاذكر رضى من تطلب، وفي أي نعيم ترغب، ومن أي عقاب ترهب، فمن فكّر في ذلك، صغر عنده عمله. Diriwayatkan bahwa Imam Syafi’i pernah menasehati : Jika kalian khawatir amalan kalian diselipi rasa ujub dan bangga diri terhadap amalan tersebut, …

Selengkapnya »

Keringnya kehidupan

Terdapat sebuah atsar dalam Mushonnaf Abdur Razzaq dengan sanad jayyid dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, إذا  ركب الرجل دابته، فلم يذكر اسم الله ردفه الشيطان، فقال له : تغن، فإن لم يحسن، قال له : تمنِّ. “Ketika seseorang mengendarai kendaraannya dan dia tidak berzikir di atasnya, maka …

Selengkapnya »

Memperhatikan keimanan

Sungguh, posisi yang tertinggi dan mulia adalah keimanan. Dengannya kita masuk surga, tanpanya kita terjerumus kedalam api neraka. Tatkala posisi keimanan yang mulia ini sudah kita ketahui, seyogyanya bagi kita untuk selalu memperhatikan keimanan kita. Terkadang iman kita tinggi diatas awan, terkadang jauh dibawah hujan. Maka perhatikanlah keimanan kita. Keimanan …

Selengkapnya »

Penuntut Ilmu di Bulan Ramadan

Sudah seyogyanya, seorang Thalibul ilmi di dalam bulan Ramadan memperbanyak ibadahnya lebih dari apa yang dilakukan selainnya (dari orang awam). Maka, teramat salah pemikiran kebanyakan mereka yang mengatakan, “Ambil saja ilmuku, jangan pedulikan kelalaianku”. Padahal tak sepantasnya seorang Thalibul ilmi mengatakan seperti itu, mengapa? karena setiap Thalibul ilmi akan dimintai …

Selengkapnya »

Terkait penyejuk pandangan

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa” (Al-Furqan: 74) Doa yang dalam akan makna tentang keluarga. Untuk pasangan dan anak. Apa yang dimaksud dari …

Selengkapnya »

KOLEKSI BUKU, MANFAAT APA MUDHOROT?

Kami baru saja selesai membaca catatan “aku dan buku” milik ustaz Abu Fairuz Aan Chandra thalib -semoga Allah menjaganya-. Membaca catatan-catatan itu membuat kami kembali melirik pada diri kami sendiri, sejauh mana perjuangan ini untuk dekat dengan para ulama? Bercerita tentang perjuangan mengoleksi literatur karya para ulama, kami jadi teringat …

Selengkapnya »

Bertutur katalah dengan cara yang baik ( Kaidah 1)

Kaidah #1 (… وَقُولُوا۟ لِلنَّاسِ حُسۡنࣰا… ) “Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia” [Surat Al-Baqarah 83]. ~~~ Manusia adalah makhluk sosial yang tidak lepas dari pergaulan dengan sesamanya dengan berbagai pemahaman dan budaya, ayat ini datang untuk mengatur hubungan verbal antara manusia dalam pergaulan mereka. Ayat-ayat yang serupa dalam …

Selengkapnya »

Menghatikan Hati.

Petuah hebat yang seakan sudah menjadi adat, setiap kita yang bepergian maupun yang tak akan melakukan perjalanan tak pernah luput dari kalimat-kalimat ini, ”HATI HATI”. Entah dari teman, kawan, kolega, kerabat atau mungkin dari orang tak dikenal sekalipun. Perkara hati memang bukan perkara baru untuk diceritakan, banyak sudah rangkaian kalimat …

Selengkapnya »

Janganlah menuduh tanpa adanya bukti

SILSILAH ARBA’IN NAWAWIYYAH​​​​   HADITS KE – 33 Dari Ibnu ‘Abbas k, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda, “Sekiranya setiap klaim orang diterima begitu saja, niscaya orang-orang akan mengklaim harta orang lain atau darahnya. Akan tetapi, haruslah ada bukti atau saksi bagi yang menuntut atau mengklaim, dan sumpah bagi yang menghindarinya.” (Diriwayatkan …

Selengkapnya »

Menyentak kelalaian diri

(Nasehat untuk sekalian penulis) Prolog ”Sejak kapan kau bisa bermain kata-kata? apa sejak dirimu meninggi dan jumawa? atau saat engkau terbuai dan lalai?” Menurut anda, dengan apa baiknya kita memulai kalimat-kalimat ini? Apa dengan tunjuk intimidasi atau dengan isyarat jempol pertanda ”monggo, lihat-lihat dulu??” Baiklah, Kita mulai saja dengan perjalanan …

Selengkapnya »